Peta Persebaran Virus Corona (2019-nCoV)

Tim dari Center for Systems Science and Engineering, Johns Hopkins University (CSSE JHU) mengembangkan peta persebaran virus corona 2019-nCoV menggunakan ArcGIS.

Sumber: peta CSSE JHU


Peta tersebut memberikan ilustrasi persebaran virus secara real time menggunakan data yang tersedia. Data tersebut berasal dari WHO, CDC, ECDC, China CDC (CCDC), NHC dan DXY.

Tak hanya itu, mereka juga menyediakan data mentah bagi yang tertarik untuk mengolahnya.

Virus Corona (2019-nCoV)

Beberapa hari ini, tersiar kabar tentang adanya virus corona baru atau Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Virus ini dilaporkan berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok. Awal penemuan virus ini terjadi pada 31 Desember 2019 dan dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok seminggu kemudian.

Penyebaran virus corona (sumber gambar: WHO)
Berdasarkan laporan WHO (24/01), telah ada 846 kasus terkait virus ini dalam skala global. Menurut mereka,
virus korona adalah jenis zoonosis, artinya virus ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Sampai saat ini, virus corona baru tersebut belum memiliki nama, sehingga masih diberi kode 2019-nCoV. 

Beberapa contoh virus corona yang pernah terjadi adalah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus-virus ini menyerang sistem pernafasan.

Bagaimana cara agar kita tidak tertular virus ini? Ada beberapa panduan dari WHO, seperti:

  • sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air
  • ketika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan telapak tangan atau tisu
  • hindari kontak langsung dengan orang yang sedang terkena demam dan batuk 
  • jika terkena demam, batuk, dan susah nafas segera cari pengobatan 
  • hindari makan daging mentah atau yang dimasak setengah matang

Hingga saat ini, Kementrian Kesehatan memastikan belum ada yang terjangkit virus corona baru tersebut di Indonesia.